Kamis, 21 November 2024
Memory Sequnence Start
Memory Sequence #00(Part 1) - Introduction
Sebelum aku menceritakan tentang
bagaimana kehidupan ku dan keadaan dunia saat ini aku akan memulai nya dengan
perkenalan. Nama ku Christopher Setyawan, saat ini aku telah berumur 26 tahun.
Hari ini adalah hari pertama aku memutuskan untuk melajutkan menulis diary ku setelah
hampir 3 tahun tidak pernah ku lanjutkan.
Aku melanjutkan menulis diary agar kelak di hari tua ku aku dapat melihat
kembali hal-hal yang pernah kulakukan, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan ku
dan mungkin keadaan dunia yang akan berbeda jauh dibandingkan hari ini. Saat
ini pun dunia sudah jauh berubah dibandingkan dengan 8 tahun yang lalu saat aku
memulai program studi S1 di Universitas Surabaya.
Oh ya aku lupa untuk memperkenalkan
keluarga ku. Aku telah menikah 2 tahun yang lalu pada Desember 2022. Istri ku
bernama Sophia, kami telah dikarunia seorang anak perempuan yang kami beri nama
Claudia. Istri ku orang berkebangsaan Indonesia, tetapi istri ku tumbuh dan besar sejak SMA di Jerman hingga hari ini. Anak ku Claudia lahir pada 23 November 2023. Tidak terasa 2 hari lagi anak ku
sudah berumur 1 tahun. Waktu berjalan begitu cepat aku tidak menyangka bahwa
saat ini aku sudah menjadi seorang ayah. Padahal kemarin serasa aku baru masuk
kuliah. Aku sangat bersyukur kepada
Tuhan karena telah memberikan ku nafas kehidupan sampai hari ini dan memberikan
ku kesempatan untuk menjadi saksi dari perubahan dunia. Aku juga sangat
bersyukur karena memiliki seorang istri yang cantik, baik hatim, dan selalu ada
disisi ku disaat suka maupun duka, aku juga bersyukur telah dikarunia seorang
anak yang cantik, lucu, dan imut.
Saat ini aku tinggal di Berlin, Jerman
bersama istri, anak ku dan kedua orang tua. Kami telah tinggal menetap selama
kurang lebih dua tahun. Aku sangat bahagia tinggal di kota karena dari sejak remaja aku memang bermimpi
untuk tinggal di Negara ini. Sekian perkenal ku. Aku akan melanjutkan ke bagian
selanjutnya.
Memory
Sequence #00(Part 2) – The World
Seperti
yang aku katakana pada memory entry #01 bahwa dunia telah jauh berubah
dibandingkan 8 tahun yang lalu. Dunia maju begitu cepat terlalu cepat aku tidak
menyangka apa yang dulu dianggap tidak mungkin apa yang dulu hanya menjadi
kisah fiksi pada film-film maupun buku-buku sci-fi sekarang telah menjadi
kenyataan. Dunia saat ini sudah memiliki robot Artificial Intelligence yang
benar- benar persis dengan manusia. Saat ini sudah banyak robot-robot Artificial
Intelligence yang berkeliaran di seluruh dunia. Sudah tidak lagi dapat
dibedakan yang mana manusia asli dan yang mana robot. Robot – robot ini sangat
membantu kehidupan manusia pada zaman sekarang. Tapi aku tidak tau apakah dalam
waktu puluhan tahun kemudian robot-robot ini akan mengancam kehidupan manusia
atau tidak.
Selain
terciptanya robot AI, sekarang dunia sudah penuh dengan hologram tidak ada lagi
laptop dan smartphone lagi sekarang semua itu digantikan oleh sebuah alat kecil
yang dapat memuculkan gambar hologram. Dunia Virtual Reality juga sangat maju,
semakin susah untuk membedakan mana kenyataan dan mana yang bukan. Selain itu
juga banyak kemajuan dalam bidang-bidang lainnya seperti transportasi, kuliner,
dan pada bidang kesehatan. Seperti itulah perubahan dunia saat ini. Cukup
sekian tentang cerita tentang dunia. Aku akan melanjutkan dengan kegiatan yang
aku lakukan sepanjang hari ini.
Memory Sequence #01 – The Morning – 06.00 - 09.00
Aku
terbangun, terbangun dari dunia mimpi ku , suara perempuan yang lembut membawa
ku kembali ke dunia nyata. Suara itu adalah suara istri ku aku kemudian
membalas sapaan pagi dari istri ku. Setelah aku berbincang sebentar dengan
istri ku, aku melirik waktu telah menunjukkan pukul 06.20 . Kami pun kemudian
menuju ruang makan di meja makan sudah ditunggu oleh kedua orang tua dan aku
menyadari ada bau sedap di atas meja makan. Istriku telah menyiapkan semua itu,
aku sangat beruntung memiliki seorang yang pandai memasak karena aku sama
sekali tidak bisa memasak. Lalu aku pun masuk kembali kekamar untuk
membangunkan anak ku dan membawa nya ke meja makan. Waktu telah menunjukkan
pukul 07.00 setelah kami makan. Kami pun kemudian bersiap diri aku bersiap
untuk kerja, istri ku juga bersiap bekerja.
Jam
masuk kerja ku memang siang pukul 09.00 tetapi jadwal kerja istri ku lebih pagi
pukul 08.00 karena aku memutuskan untuk mengantar istri ke tempat kerjanya jadi
aku pun berangkat awal. Pukul 07.30 setelah aku dan istri ku pamit pada kedua
orang tua dan menitipkan anak ku kepada mereka kami pun berangkat. Sampai di
depan kantor istri ku aku pun berpamitan dengan istri ku. Istri ku bekerja
sebagai accounter di sebuah perusahaan yang cukup terkenal. Aku pun melanjutkan
perjalanan ke tempat ku berkerja. Akhirnya tibalah aku di tempat kerja ku pada
pukul 08.30 aku pun menunggu waktu sampai jam aku mulai bekerja.
Memory Sequence #02 – Work – 09.00 – 17.00
Aku
saat ini bekerja di sebuah perusahaan perkembangan teknologi. Sebuah tempat institute
penelitian yang sangat terkenal di seluruh didunia. Banyak sekali cabang tempat
penelitian ini di seluruh dunia. Sebenarnya hampir 80% kemajuan pesat dunia
saat ini berasal dari tempat ini. Aku juga ikut untuk memberikan kontribusi
pada kemajuan dunia, sebenarnya aku adalah salah satu orang yang mengembangkan
dan menciptakan robot-robot AI yang saat ini sangat banyak berkeliaran di
seluruh dunia. Saat ini perusahaan sedang bergerak pada bidang kemajuan
teknologi kesehatan. Aku juga ditunjuk untuk menjadi salah satu orang yang
berpartisipasi pada penelitian kemajuan teknologi ini.
Perusahaan
ini bukan lah milik perseorang tapi kumpulan orang-orang yang menanam kan modal
sahamnya di tempat ini, jadi tidak ada istilah boss besar disini. Hanya ada
orang yang bekerja sebagai koordinator tim – tim kecil yang masing – masing
melakukan penelitian teknologi dibidang yang berbeda – berbeda. Pada tim ku ini
aku bekerja dengan banyak orang tujuan kami untuk membuat sebuah mesin atau system
yang dapat mendeteksi penyakit dan membantu menyembuhkan manusia. Tentu saja aku tidak berurusan pada hal-hal
pengobatannya di tim ini aku bekerja untuk menerapkan bahasa program yang dipakai
oleh mesin itu. Aku tidak tau kapan mesin ini akan tercipta 2, 5 , atau mungkin bahkan 10 tahun lagi. Tapi jika alat ini dapat tercipta aku yakin akan menyelamatkan
banyak sekali nyawa manusia. Karena proyek ini bisa dikatakan baru berjalan
sangat sebentar kegiatan kami masih kebanyakan merancang desain-desain mesin,
membuat rapat rapat kecil untuk mendiskusikan kemungkinan – kemungkinan mesin
ini.
Setelah
hampir 4 jam berunding-runding dari jam 9.00 sampai jam 13.00 saya dan
teman-teman satu tim memutuskan untuk beristirahat di kantin perusahaan
sekarang semua pelayanan makanan-makanan otomatis sehingga prosesnya sangat
cepat dan instan. Tetapi memang rasa makanan nya tidak seenak masakan normal.
Waktu telah menunjukan pukul 14.30 setelah beristirahat kami pun melanjutkan
rutinitas kami dan tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 kami pun
berpamitan untuk pulang.
Memory Sequence #03 – After Work – 17.00 – 19.00
Setelah
pulang dari tempat kerja aku pun melucur ke tempat istri ku bekerja sampai
disana waktu sudah menunjukkan pukul 17.25. Aku kemudian masuk kedalam dan
menemukan istri ku telah menunggu kedatangan ku. Jam kerja istri ku sama
selesai dengan ku pukul 17.00. Kami pun langsung menuju pulang ke rumah kami.
Disana kedatangan kami telah ditunggu oleh kedua orang tua ku dan anak ku.
Melihat anak ku serasa segala beban pikiran dan segala kelelahan akibat
perdebatan dalam pekerjaan ku serasa hilang begitu saja aku juga melihat dari
raut muka istri yang tadinya terlihat lelah langsung berubah menjadi bahagia
saat bertemu dengan buah hati kami.
Ya itu adalah rutinitas kami sebuah realita
kehidupan yang kami jalani tapi aku dan istri ku tidak mengeluh karena kami tau
kami bekerja sesusai dengan passion kami sehingga kami tidak merasa pekerjaan
ini menjenuhkan. Meskipun pekerjaan ini memang melelahkan tetapi kami bahagia
karena menekuni sesuatu yang kami senangi. Setelah aku dan istri ku selesai
bersih diri dan melepas rasa capek, waktu telah menunjukkan pukul 19.00. Aku
pun mengajak istri ku anak ku dan orang tua untuk pergi makan kesebuah restoran
Memory Sequence #04 – Dinner and Family Time – 19.00
– 21.00
Pada
hari ini aku memutuskan untuk membawa keluarga ku ke sebuah restoran yang
sangat terkenal di kota kami. Aku telah memesan meja di restoran itu, ya untuk
menikmati makanan di restoran ini memang harus melakukan reservasi tempat
terlebih dahulu. Setibanya kami ditempat waktu menunjukkan pukul 19.10 kami pun
langsung melihat menu. Aku memutuskan untuk membeli tenderloin steak memang ini
adalah salah satu makanan favorit ku dari sejak kecil dan sampai saat ini aku
masih tetap menyukainya. Setelah orang tua ku dan istri ku memilih makanan
mereka, istri ku memesan menu favorit paket anak-anak untuk anak kami Claudia.
Sembari menunggu kedatangan makanan kami pun bercerita dan bercanda – canda.
Orang tua ku bercerita tentang masa-masa saat aku masih kecil, aku bercerita
tentang proyek di tempat kerja ku, istri ku juga menceritakan pekerjaan nya
hari ini dimana dia curhat karena bosnya yang banyak protes katanya. Setelah
kami menunggu cukup lama akhirnya makanan pun tiba. Sembari makan kami pun
melanjutkan perbincangan kami. Setelah kami makan waktu telah menunjukkan pukul
20.40 kemudian kami pun kembali ke rumah kami.
Memory Sequence #05 – Just Two of Us – 21.00 – 24.00
Kami
kembali dirumah sekitar pukul 21.00. Sesampai dirumah aku dan istri ku mengatar
anak ku untuk tidur. Orang tua ku juga berpamitan mau istirahat dulu katanya factor
usia badan serasa capek semua meskipun tidak banyak melakukan kegiatan.
Akhirnya hanya tinggal aku dan istri ku yang masih bangun. Aku pun memutuskan
untuk menonton sebuah film bagus yang baru saja aku download saat di tempat
kerja tadi. Aku mengajak istriku untuk menonton bersama di ruang keluarga
kami. Sepanjang film aku juga bermesraan dengan istriku sembari mengingatkanku pada kenangan ketika kami masih pacaran dan sering menonton bioskop berdua. Tidak terasa sekarang kami sudah menikah.
“Remembrance for Future” itu adalah judul film yang
kami tonton. Durasi dalam film itu cukup lama 2 jam 25 menit. Film itu berkisah
tentang dunia pada masa depan di tahun 2050 dimana dunia sudah hancur dan
terjadi kiamat. Berkisahkan tentang bagaimana robot AI memberontak dan mulai
meneror seluruh dunia semenjak 10 tahun yang lalu. Tentang bagaimana robot dan
manusia tidak dapat hidup berdampingan saling membantu dan terjadinya perang besar
yang memusnahkan 60% umat manusia. Di film itu sang tokoh utama ingin mencari
penyeselaian dari masalah ini, dia menemukan bahwa ada peninggalan mesin waktu
di sebuah tempat terpencil. Ending dalam film itu akhirnya sang tokoh utama berhasil
menggunakan mesin waktu untuk kembali ke zaman dimana dunia belum kiamat, zaman
dimana tidak ada nya robot AI dan manusia hidup bahagia.
Setelah menonton film itu aku tidak dapat
berkomentar, aku tidak tau apakah robot AI yang telah aku dan teman tim ku
ciptakan apakah suatu saat nanti suatu masa pada mereka akan memberontak pada
umat manusia dan menyebabkan perang yang akan menuntun manusia pada kehancuran.
Aku berpikir dan berpikir sampai istri
ku membawa ku kembali ke realita terbangun dari pikirku. Saat aku menyampaikan
pikiran kepada istri ku tentang hal ini. Istri ku berkata “Kita hidup pada masa
sekarang, detik ini, saat ini, itu adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan pada kita, anugrah kehidupan,
hargai dan sayangi dan hiduplah pada waktu saat ini karena kamu tidak dapat mengulangnya jangan terlalu berpikir tentang masa depan karena kita tidak pernah tau masa depan yang akan terjadi”. Kata-kata itu setidaknya membantuku untuk
tidak memikirkan masa depan dalam film itu.
Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.50
kami pun menyiapkan diri untuk tidur. Aku berusaha untuk tidak memikirkan
terlalu dalam tentang masalah ini.
Itulah memori ku pada hari ini
Memory Sequence – THE END


Tidak ada komentar:
Posting Komentar