Minggu, 18 Desember 2016

Imagine Future Episode 1

Kamis, 21 November 2024

Memory Sequnence Start
Memory Sequence #00(Part 1) - Introduction
Sebelum aku menceritakan tentang bagaimana kehidupan ku dan keadaan dunia saat ini aku akan memulai nya dengan perkenalan. Nama ku Christopher Setyawan, saat ini aku telah berumur 26 tahun. Hari ini adalah hari pertama aku memutuskan untuk melajutkan menulis diary ku setelah  hampir 3 tahun tidak pernah ku lanjutkan. Aku melanjutkan menulis diary agar kelak di hari tua ku aku dapat melihat kembali hal-hal yang pernah kulakukan, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan ku dan mungkin keadaan dunia yang akan berbeda jauh dibandingkan hari ini. Saat ini pun dunia sudah jauh berubah dibandingkan dengan 8 tahun yang lalu saat aku memulai program studi S1 di Universitas Surabaya.
Oh ya aku lupa untuk memperkenalkan keluarga ku. Aku telah menikah 2 tahun yang lalu pada Desember 2022. Istri ku bernama Sophia, kami telah dikarunia seorang anak perempuan yang kami beri nama Claudia. Istri ku orang berkebangsaan Indonesia, tetapi istri ku tumbuh dan besar sejak SMA di Jerman hingga hari ini. Anak ku Claudia lahir pada 23 November 2023. Tidak terasa 2 hari lagi anak ku sudah berumur 1 tahun. Waktu berjalan begitu cepat aku tidak menyangka bahwa saat ini aku sudah menjadi seorang ayah. Padahal kemarin serasa aku baru masuk kuliah.  Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan ku nafas kehidupan sampai hari ini dan memberikan ku kesempatan untuk menjadi saksi dari perubahan dunia. Aku juga sangat bersyukur karena memiliki seorang istri yang cantik, baik hatim, dan selalu ada disisi ku disaat suka maupun duka, aku juga bersyukur telah dikarunia seorang anak yang cantik, lucu, dan imut.

Saat ini aku tinggal di Berlin, Jerman bersama istri, anak ku dan kedua orang tua. Kami telah tinggal menetap selama kurang lebih dua tahun. Aku sangat bahagia tinggal di kota karena dari sejak remaja aku memang bermimpi untuk tinggal di Negara ini. Sekian perkenal ku. Aku akan melanjutkan ke bagian selanjutnya.


Memory Sequence #00(Part 2) – The World
            Seperti yang aku katakana pada memory entry #01 bahwa dunia telah jauh berubah dibandingkan 8 tahun yang lalu. Dunia maju begitu cepat terlalu cepat aku tidak menyangka apa yang dulu dianggap tidak mungkin apa yang dulu hanya menjadi kisah fiksi pada film-film maupun buku-buku sci-fi sekarang telah menjadi kenyataan. Dunia saat ini sudah memiliki robot Artificial Intelligence yang benar- benar persis dengan manusia. Saat ini sudah banyak robot-robot Artificial Intelligence yang berkeliaran di seluruh dunia. Sudah tidak lagi dapat dibedakan yang mana manusia asli dan yang mana robot. Robot – robot ini sangat membantu kehidupan manusia pada zaman sekarang. Tapi aku tidak tau apakah dalam waktu puluhan tahun kemudian robot-robot ini akan mengancam kehidupan manusia atau tidak.
            Selain terciptanya robot AI, sekarang dunia sudah penuh dengan hologram tidak ada lagi laptop dan smartphone lagi sekarang semua itu digantikan oleh sebuah alat kecil yang dapat memuculkan gambar hologram. Dunia Virtual Reality juga sangat maju, semakin susah untuk membedakan mana kenyataan dan mana yang bukan. Selain itu juga banyak kemajuan dalam bidang-bidang lainnya seperti transportasi, kuliner, dan pada bidang kesehatan. Seperti itulah perubahan dunia saat ini. Cukup sekian tentang cerita tentang dunia. Aku akan melanjutkan dengan kegiatan yang aku lakukan sepanjang hari ini.

Memory Sequence #01 – The Morning – 06.00 - 09.00
            Aku terbangun, terbangun dari dunia mimpi ku , suara perempuan yang lembut membawa ku kembali ke dunia nyata. Suara itu adalah suara istri ku aku kemudian membalas sapaan pagi dari istri ku. Setelah aku berbincang sebentar dengan istri ku, aku melirik waktu telah menunjukkan pukul 06.20 . Kami pun kemudian menuju ruang makan di meja makan sudah ditunggu oleh kedua orang tua dan aku menyadari ada bau sedap di atas meja makan. Istriku telah menyiapkan semua itu, aku sangat beruntung memiliki seorang yang pandai memasak karena aku sama sekali tidak bisa memasak. Lalu aku pun masuk kembali kekamar untuk membangunkan anak ku dan membawa nya ke meja makan. Waktu telah menunjukkan pukul 07.00 setelah kami makan. Kami pun kemudian bersiap diri aku bersiap untuk kerja, istri ku juga bersiap bekerja.
            Jam masuk kerja ku memang siang pukul 09.00 tetapi jadwal kerja istri ku lebih pagi pukul 08.00 karena aku memutuskan untuk mengantar istri ke tempat kerjanya jadi aku pun berangkat awal. Pukul 07.30 setelah aku dan istri ku pamit pada kedua orang tua dan menitipkan anak ku kepada mereka kami pun berangkat. Sampai di depan kantor istri ku aku pun berpamitan dengan istri ku. Istri ku bekerja sebagai accounter di sebuah perusahaan yang cukup terkenal. Aku pun melanjutkan perjalanan ke tempat ku berkerja. Akhirnya tibalah aku di tempat kerja ku pada pukul 08.30 aku pun menunggu waktu sampai jam aku mulai bekerja.

Memory Sequence #02 – Work – 09.00 – 17.00
            Aku saat ini bekerja di sebuah perusahaan perkembangan teknologi. Sebuah tempat institute penelitian yang sangat terkenal di seluruh didunia. Banyak sekali cabang tempat penelitian ini di seluruh dunia. Sebenarnya hampir 80% kemajuan pesat dunia saat ini berasal dari tempat ini. Aku juga ikut untuk memberikan kontribusi pada kemajuan dunia, sebenarnya aku adalah salah satu orang yang mengembangkan dan menciptakan robot-robot AI yang saat ini sangat banyak berkeliaran di seluruh dunia. Saat ini perusahaan sedang bergerak pada bidang kemajuan teknologi kesehatan. Aku juga ditunjuk untuk menjadi salah satu orang yang berpartisipasi pada penelitian kemajuan teknologi ini.
            Perusahaan ini bukan lah milik perseorang tapi kumpulan orang-orang yang menanam kan modal sahamnya di tempat ini, jadi tidak ada istilah boss besar disini. Hanya ada orang yang bekerja sebagai koordinator tim – tim kecil yang masing – masing melakukan penelitian teknologi dibidang yang berbeda – berbeda. Pada tim ku ini aku bekerja dengan banyak orang tujuan kami untuk membuat sebuah mesin atau system yang dapat mendeteksi penyakit dan membantu menyembuhkan manusia. Tentu saja aku tidak berurusan pada hal-hal pengobatannya di tim ini aku bekerja untuk menerapkan bahasa program yang dipakai oleh mesin itu. Aku tidak tau kapan mesin ini akan tercipta 2, 5 , atau mungkin bahkan 10 tahun lagi. Tapi jika alat ini dapat tercipta aku yakin akan menyelamatkan banyak sekali nyawa manusia. Karena proyek ini bisa dikatakan baru berjalan sangat sebentar kegiatan kami masih kebanyakan merancang desain-desain mesin, membuat rapat rapat kecil untuk mendiskusikan kemungkinan – kemungkinan mesin ini.
            Setelah hampir 4 jam berunding-runding dari jam 9.00 sampai jam 13.00 saya dan teman-teman satu tim memutuskan untuk beristirahat di kantin perusahaan sekarang semua pelayanan makanan-makanan otomatis sehingga prosesnya sangat cepat dan instan. Tetapi memang rasa makanan nya tidak seenak masakan normal. Waktu telah menunjukan pukul 14.30 setelah beristirahat kami pun melanjutkan rutinitas kami dan tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 kami pun berpamitan untuk pulang.

Memory Sequence #03 – After Work – 17.00 – 19.00
            Setelah pulang dari tempat kerja aku pun melucur ke tempat istri ku bekerja sampai disana waktu sudah menunjukkan pukul 17.25. Aku kemudian masuk kedalam dan menemukan istri ku telah menunggu kedatangan ku. Jam kerja istri ku sama selesai dengan ku pukul 17.00. Kami pun langsung menuju pulang ke rumah kami. Disana kedatangan kami telah ditunggu oleh kedua orang tua ku dan anak ku. Melihat anak ku serasa segala beban pikiran dan segala kelelahan akibat perdebatan dalam pekerjaan ku serasa hilang begitu saja aku juga melihat dari raut muka istri yang tadinya terlihat lelah langsung berubah menjadi bahagia saat bertemu dengan buah hati kami. 
           Ya itu adalah rutinitas kami sebuah realita kehidupan yang kami jalani tapi aku dan istri ku tidak mengeluh karena kami tau kami bekerja sesusai dengan passion kami sehingga kami tidak merasa pekerjaan ini menjenuhkan. Meskipun pekerjaan ini memang melelahkan tetapi kami bahagia karena menekuni sesuatu yang kami senangi. Setelah aku dan istri ku selesai bersih diri dan melepas rasa capek, waktu telah menunjukkan pukul 19.00. Aku pun mengajak istri ku anak ku dan orang tua untuk pergi makan kesebuah restoran

Memory Sequence #04 – Dinner and Family Time – 19.00 – 21.00
            Pada hari ini aku memutuskan untuk membawa keluarga ku ke sebuah restoran yang sangat terkenal di kota kami. Aku telah memesan meja di restoran itu, ya untuk menikmati makanan di restoran ini memang harus melakukan reservasi tempat terlebih dahulu. Setibanya kami ditempat waktu menunjukkan pukul 19.10 kami pun langsung melihat menu. Aku memutuskan untuk membeli tenderloin steak memang ini adalah salah satu makanan favorit ku dari sejak kecil dan sampai saat ini aku masih tetap menyukainya. Setelah orang tua ku dan istri ku memilih makanan mereka, istri ku memesan menu favorit paket anak-anak untuk anak kami Claudia. 
         Sembari menunggu kedatangan makanan kami pun bercerita dan bercanda – canda. Orang tua ku bercerita tentang masa-masa saat aku masih kecil, aku bercerita tentang proyek di tempat kerja ku, istri ku juga menceritakan pekerjaan nya hari ini dimana dia curhat karena bosnya yang banyak protes katanya. Setelah kami menunggu cukup lama akhirnya makanan pun tiba. Sembari makan kami pun melanjutkan perbincangan kami. Setelah kami makan waktu telah menunjukkan pukul 20.40 kemudian kami pun kembali ke rumah kami.

Memory Sequence #05 – Just Two of Us – 21.00 – 24.00
            Kami kembali dirumah sekitar pukul 21.00. Sesampai dirumah aku dan istri ku mengatar anak ku untuk tidur. Orang tua ku juga berpamitan mau istirahat dulu katanya factor usia badan serasa capek semua meskipun tidak banyak melakukan kegiatan. Akhirnya hanya tinggal aku dan istri ku yang masih bangun. Aku pun memutuskan untuk menonton sebuah film bagus yang baru saja aku download saat di tempat kerja tadi. Aku mengajak istriku untuk menonton bersama di ruang keluarga kami. Sepanjang film aku juga bermesraan dengan istriku sembari mengingatkanku pada kenangan ketika kami masih pacaran dan sering menonton bioskop berdua. Tidak terasa sekarang kami sudah menikah.
         “Remembrance for Future” itu adalah judul film yang kami tonton. Durasi dalam film itu cukup lama 2 jam 25 menit. Film itu berkisah tentang dunia pada masa depan di tahun 2050 dimana dunia sudah hancur dan terjadi kiamat. Berkisahkan tentang bagaimana robot AI memberontak dan mulai meneror seluruh dunia semenjak 10 tahun yang lalu. Tentang bagaimana robot dan manusia tidak dapat hidup berdampingan saling membantu dan terjadinya perang besar yang memusnahkan 60% umat manusia. Di film itu sang tokoh utama ingin mencari penyeselaian dari masalah ini, dia menemukan bahwa ada peninggalan mesin waktu di sebuah tempat terpencil. Ending dalam film itu akhirnya sang tokoh utama berhasil menggunakan mesin waktu untuk kembali ke zaman dimana dunia belum kiamat, zaman dimana tidak ada nya robot AI dan manusia hidup bahagia.

        Setelah menonton film itu aku tidak dapat berkomentar, aku tidak tau apakah robot AI yang telah aku dan teman tim ku ciptakan apakah suatu saat nanti suatu masa pada mereka akan memberontak pada umat manusia dan menyebabkan perang yang akan menuntun manusia pada kehancuran. Aku berpikir  dan berpikir sampai istri ku membawa ku kembali ke realita terbangun dari pikirku. Saat aku menyampaikan pikiran kepada istri ku tentang hal ini. Istri ku berkata “Kita hidup pada masa sekarang, detik ini, saat ini, itu adalah anugrah terindah yang diberikan Tuhan pada kita, anugrah kehidupan, hargai dan sayangi dan hiduplah pada waktu saat ini karena kamu tidak dapat mengulangnya jangan terlalu berpikir tentang masa depan karena kita tidak pernah tau masa depan yang akan terjadi”. Kata-kata itu setidaknya membantuku untuk tidak memikirkan masa depan dalam film itu.
Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.50 kami pun menyiapkan diri untuk tidur. Aku berusaha untuk tidak memikirkan terlalu dalam tentang masalah ini.
Itulah memori ku pada hari ini

Memory Sequence – THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar