Jumat, 22
November 2024
Memory
Sequence Start
Memory
Sequence #01 – Dreaming – Time Unknown
Kulihat ada
cahaya didepan, cahaya yang sangat terang, cahaya itu adalah satu-satunya yang
dapat kulihat, aku tidak melihat apapun di sekitar ku, aku berjalan kearah cahaya
itu. Saat aku mengapai cahaya itu aku memandang ke atas ke langit biru.
Tiba-tiba saat aku mencapai cahaya kudengar suara yang keras suara yang membuat
telinga sangat sakit. Beberapa saat kemudian aku melihat ada gumpalan asap
tebal di kejauhan, sepertinya itu adalah sebuah bom jatuh. “Apa, Bom?.”Aku
berpikir dan merasa khawatir dimana aku ini dan mengapa ini semua terjadi, aku
tidak mempunyai ingatan tentang apapun.
Di kejauhan kulihat ada sebuah rumah, satu-satu nya objek
yang menghiasi gurun pasir yang gersang ini. Aku pun berjalan ke rumah itu.
Didepan rumah itu aku terkejut dengan bangunannya yang sudah setengah hancur,
entah berapa lama rumah itu sudah tak dihuni. Aku pun memutuskan untuk masuk ke
dalam rumah itu. Di dalam rumah itu aku hampir muntah bau yang tidak sedap
sangat mencolok masuk ke dalam hidung ku. Saat aku membuka pintu di sebuah
ruangan aku sangat terkejut. Aku tidak percaya yang aku lihat, aku melihat ada
3 mayat manusia. Mereka semua memiliki bekas luka yang sama, di leher mereka
terlihat tusukan. Aku terdiam tak mampu bergerak, tanpa kusadari saat aku
menengok kearah pintu, aku melihat seorang manusia. Tetapi dia tiba-tiba
menyerang ku. Tangan kirinya mencengkram kuat leher ku, aku berusaha untuk
melawan tetapi dia sangat kuat. Dari matanya aku bisa melihat dia sedang
melakukan scanning. Ini bukan manusia asli, ini robot AI pikirku dalam hati
yang berdetak sangat kencang. Aku sangat ketakutan. Aku tidak tau berapa lama
dia menekik ku tiba-tiba ada suara, suaranya yang memecahkan keheningan ruangan
dan rasa takut ku. “Human detected, enabling extermination.” Setelah suara itu
selesai aku melihat di tangan kanannya muncul sebuah pedang tajam. Tangan nya
langsung menuju leher ku, aku pun mengerahkan seluruh kekuatan ku untuk
menghalau sekarang itu. Tiba – tiba ….
Memory
Sequence #02 – In The Morning – 06.00 – 09.00
“Hahhh, hhaaahh, hhaahh” aku bernapas sangat cepat,
seperti orang yang sangat ketakutan. Saat itu aku menyadari yang ada didepan ku
bukan lagi robot AI, melainkan istri ku Sophia. Aku bersyukur semua yang
terjadi itu hanya lah mimpi. Aku dapat melihat kekhawatiran dari wajah istri ku.
Kemudian aku bercerita tentang mimpi ku pada istri ku, setelah itu aku
memutuskan untuk mandi dulu, aku mau menenangkan pikiran ku. Istri ku berusaha
untuk menghiburku, aku tersenyum tapi hatiku tetap gelisah. Istri ku berkata
bahwa dia akan menunggu di ruang meja makan bersama yang lain. Di bath up kamar
mandi aku berpikir, mimpi ini pasti gara-gara film semalam. Saat aku terhanyut
dalam pikir ku aku mengambil alat, alat yang sekarang menjadi pengganti
handphone yang dapat memunculkan hologram. Kulihat waktu sudah menunjukkan
pukul 06.45 aku pun bergegas untuk menuju ke ruang meja makan. Disana aku telah
ditunggu oleh semua keluarga ku. Kami pun kemudian makan-makan dan
bercakap-cakap sebentar. Ketika waktu telah menunjukkan pukul 07.30 seperti
biasa aku berpamitan ke pada kedua orang tua dan menitipkan anak ku lalu aku
dan istri ku pun masuk ke mobil untuk menuju ke kantor istri ku. Setelah
mengantar istri ku aku melanjutkan perjalanan ke kantor ku. Aku memutuskan
untuk berkeliling sebentar, aku mengunakan rute lain yang jarang kulewati, rute
itu memang lebih jauh karena memutar tetapi pemandangan nya sangat bagus.
Sepanjang perjalanan aku mengalihkan pikiran ku dari mimpi ku ke pemikiran
rencana esok hari. Ya besok hari libur dan besok adalah hari ulang tahun anakku
yang pertama. Aku sebenarnya sudah memiliki acara untuk esok hari tapi biarlah
nanti setelah pulang aku akan berunding dengan istri ku. Waktu telah
menunjukkan pukul 09.00 saat aku tiba, aku pun bergegas untuk masuk ke ruang
kerja ku.
Memory
Sequence #03 – Routines (Part 1) 09.00 – 13.00
Sesampai di
ruang kerja aku mendapati teman- teman kerja ku yang sudah datang terlebih
dulu. Kami pun saling bertukar- tukar sapa. Sekitar pukul 09.30 kami pun
memulai rapat rutin kami dimana kami saling bertukar pikiran tentang proyek
yang sedang kami buat ini, proyek yang nantinya dapat menyelamatkan banyak umat
manusia jika sudah selesai. Perdebatan hari ini cukup membosankan, dua orang
teman ku saling berdebat sendiri dan tidak memedulikan teman yang lainnya.
Ketua tim kami pun mengambil tindakan dengan membahas masalah lain sehingga mereka
berdua yang tadi nya terlihat cukup emosi menjadi tenang kembali.
Setelah
rapat selesai aku pun menuju ke ruang meja ku. Meja ku tidak ada isinya hanya
ada layar – layar touchscreen ya mengingat kemajuan dunia hal ini merupakan hal
lumrah saat ini. Karena tidak banyak hal yang dapat aku kerjakan hari ini aku
memutuskan untuk browsing internet. Aku menekan meja ku di bagian tengah atas.
Kemudian muncullah layar hologram, itu lah komputer pada masa sekarang. Aku
mengintip pada jam layar komputer waktu menunjukkan pukul 11.30. Aku pun
membuka situs youtube, ya meskipun banyak hal telah berubah setidaknya ada satu
hal yang tak berubah youtube tetap menjadi situs video yang paling terkenal
hingga sekarang. Aku mulai mengingat – ingat salah satu hobi ku pada saat aku kuliah
menonton anime. Kemudian aku mengetikan beberapa anime- anime lama yang dulu
pernah sangat kusuka Code Geass, Death Note, Attack On Titan, Your Lie in
April, Steins;Gate. Menonton cuplikan-cuplikan anime ini membuat ku merasa
nostalgia pada masa-masa itu.
Tanpa
sadar aku pun senyum-senyum sendiri, dan tak kusadari pula bahwa kepala tim ku
memergoki aku. Dia pun menegurku untuk jangan bermain – main tetapi memofukuskan
saat sekarang untuk bekerja. Setelah meminta maaf aku pun menutup youtube dan
membuka file kerja ku, aku melihat kembali program yang sudah kekerjakan selama
kurang lebih 1 bulan ini yang berhubungan dengan proyek ini. Aku tidak tau
kapan proyek ini bisa selesai, tapi aku yakin tidak akan terlalu lama mengingat
dulu kemajuan yang aku sangka baru akan terjadi minimal 10 tahun nyatanya saat
ini teknologi itu sudah ada. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13.00 aku
memanfaatkan waktu istirahat ini untuk makan bersama teman-teman.
Memory
Sequence #04 – Routines(Part 2) – 13.00 – 17.00
Setelah makan
bersama aku memutuskan untuk berjalan-jalan di kantor ku aku memutuskan untuk
masuk kedalam ruang VR disana aku melihat ada banyak anak-anak muda yang
berusia sekitar 16-17 an tahun. Aku baru ingat kalau hari ini ada sebuah SMA
yang mengadakan studi tour ke tempat ku bekerja. Saat aku sedang melihat situasi
sekitar kulihat wajah-wajah para remaja ini yang terlihat begitu antusias
mencoba alat VR, maklum VR di zaman ini sudah berbeda jauh dengan sekitar 9
tahun lalu saat awal penemuan nya. Zaman sekarang anime Sword Art Online telah
menjadi kenyataan, banyak game-game yang memungkinkan kita untuk benar-benar
mengendalikan karakter kita di dunia virtual. Aku kemudian dibawa kembali ke
dunia nyata dari pikirku dengan sapaan perempuan yang usia mungkin tidak begitu
jauh dengan ku, ini pasti gurunya pikirku. Kami pun berbincang-bincang
sebentar. Akhirnya aku memutuskan untuk menyetejui permintaan bu guru ini untuk
melihat proyek ku saat ini. Di sana aku dan teman-teman menjelaskan tentang
proyek ini, aku pun juga menjelaskan berbagai macam hal tentang robot AI.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00 mereka pun
pamit untuk meninggalkan tempat perusahaan ini. Setelah mereka pergi aku
bersama teman tim ku kembali mengadakan rapat tentang review-review hari ini
dan plan-plan yang berhubungan dengan proyek ini. Ketika waktu menunjukkan
pukul 17.00 kami pun berpamitan pulang.
Memory
Sequence #05 – My Family and Plan – 17.00 – 21.30
Seperti biasa
aku menjemput istri ku. Hari ini aku memutuskan untuk makan di rumah saja.
Istri ku juga setuju untuk mengehemat pengeluaran katanya. Kami mampir kesebuah
restoran untuk membungkus nya dan memakannya di rumah. Kami menunggu sekitar 20
menit, dalam penungguan itu aku berbicara dengan istri ku tentang hari ini, aku
bercerita tentang para remaja yang tadi melakukan studi tour ke tempat ku
bekerja. Istri ku juga bercerita nanti malam sekitar pukul 20.00 akan diajakan
jalan-jalan membeli kado oleh temannya. Katanya 1 minggu ada teman SMA yang
ulang tahun dan dia mau mengadakan reuni kecil-kecilan, rencana nya mau membeli
kado besok tapi karena besok kami sekeluarga akan pergi dalam rangka perayaan
ulang tahun anak ku maka rencana itu dimajukkan menjadi hari ini. Aku pun tentu
saja menyetujui istri ku untuk pergi bersama teman-temannya toh jarang-jarang
juga.
Setelah
makanan selesai kami pun menuju perjalanan pulang. Sampai dirumah telah
menunjukkan pukul 18.30, kami pun disambut oleh kedua orang tua ku dan anak ku.
Aku dan istri ku bergegas untuk mandi, kemudian kami menuju meja makan. Pada
makan malam kali ini aku membahas tentang rencanaku esok hari, dimana aku akan
membawa seluruh keluargaku ke kota lain dan menginap semalam disana. Mereka pun
setuju dengan rencana ku. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Di
depan rumah ku ada sebuah mobil warna putih, dari mobil itu turunlah 3 orang
wanita yang kukenal, ya mereka adalah teman zaman SMA istri ku. Setelah
berpamitan dengan ku, istriku masuk kedalam mobil putih itu dan pergi. Aku pun
kembali ke dalam rumah. Aku mengendong anak ku dan membawa nya ke tempat tidur.
Aku kemudian membacakan kisah dongeng sebelum tidur seperti dulu ayah ku
membacakannya untukku ketika aku masih kecil. Tidak begitu lama aku membaca
dongeng anak ku telah tertidur lelap.
Setelah
mencium kening anakku, aku pun meninggalkan kamarku. Aku melihat waktu telah
menujukkan pukul 20.30 aku memutuskan untuk pergi ke ruang TV disana aku
menemukan kedua orang tua ku. Ayah dan ibuku belum tidur rupanya, kami bertiga
pun menonton TV bersama-sama hal ini sangat mengingatku pada masa dulu aku
sebelum kuliah dimana kami menonton TV bersama hanya kami bertiga. Kami pun
berbincang-berbincang, seperti biasa ayahku masih suka menceramahiku
(menasehati). Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 21.30 ayah dan ibu
berpamitan mau tidur dulu kepada ku. Aku pun mematikkan TV dan pergi ke sebuah
ruangan.
Memory
Sequence #06 – Alone Time – 21.30 - 24.00
Aku memutuskan untuk masuk ke sebuah ruangan, ruangan
khusus tempat dimana aku menyimpan barang- barang yang menjadi hobi dan koleksi
ku. Didalam ruangan itu ada sebuah mesin VR, sudah cukup lama aku tak bermain
VR aku pun memutuskan untuk bermain VR kembali. Game aku mainkan ini game yang baru
saja dirilis tahun ini GTA VII, ya game ini sangat terkenal franchise game
bahkan sudah semenjak aku belum lahir. VR sekarang benar-benar memungkingkan
user untuk mengendalikan penuh karakter tanpa perlu tindakan fisik. Semua hanya
berfokus pada helm yang dipakaikan ke kepala user. Aku pun kemudian memasang helm
VR dan berbaring. Tiba-tiba aku langsung terhubung dengan karakter dalam game
ini langsung. Cukup lama waktu berlalu aku tidak tau berapa lama waktu yang
kuhabiskan untuk bermain. Hanya aku sadar ditengah keasikan ku bermain ada
sensor yang menunjukkan bahwa ada yang memangilku di dunia nyata. Aku pun
menghentikan permainan dan melepas helm VR dan melihat sosok istriku
disampingku. Istriku terlihat lelah, aku pun memeluk dan mencium istriku,
kemudian istriku mengajak ku untuk istirahat, tak terasa ternyata waktu sudah
hampir pukul 23.30. Aku dan istriku pun bersih diri dan bersiap untuk tidur dan
menyambut hari besok dimana kami sekeluarga akan pergi bersama dan menginap
disana.
Sekian memori ku untuk
hari ini.
Memory
Sequence – The END --
Tidak ada komentar:
Posting Komentar