Minggu, 18 Desember 2016

Imagine Future Episode 2

Jumat, 22 November 2024
Memory Sequence Start

Memory Sequence #01 – Dreaming – Time Unknown
            Kulihat ada cahaya didepan, cahaya yang sangat terang, cahaya itu adalah satu-satunya yang dapat kulihat, aku tidak melihat apapun di sekitar ku, aku berjalan kearah cahaya itu. Saat aku mengapai cahaya itu aku memandang ke atas ke langit biru. Tiba-tiba saat aku mencapai cahaya kudengar suara yang keras suara yang membuat telinga sangat sakit. Beberapa saat kemudian aku melihat ada gumpalan asap tebal di kejauhan, sepertinya itu adalah sebuah bom jatuh. “Apa, Bom?.”Aku berpikir dan merasa khawatir dimana aku ini dan mengapa ini semua terjadi, aku tidak mempunyai ingatan tentang apapun.
            Di kejauhan kulihat ada sebuah rumah, satu-satu nya objek yang menghiasi gurun pasir yang gersang ini. Aku pun berjalan ke rumah itu. Didepan rumah itu aku terkejut dengan bangunannya yang sudah setengah hancur, entah berapa lama rumah itu sudah tak dihuni. Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah itu. Di dalam rumah itu aku hampir muntah bau yang tidak sedap sangat mencolok masuk ke dalam hidung ku. Saat aku membuka pintu di sebuah ruangan aku sangat terkejut. Aku tidak percaya yang aku lihat, aku melihat ada 3 mayat manusia. Mereka semua memiliki bekas luka yang sama, di leher mereka terlihat tusukan. Aku terdiam tak mampu bergerak, tanpa kusadari saat aku menengok kearah pintu, aku melihat seorang manusia. Tetapi dia tiba-tiba menyerang ku. Tangan kirinya mencengkram kuat leher ku, aku berusaha untuk melawan tetapi dia sangat kuat. Dari matanya aku bisa melihat dia sedang melakukan scanning. Ini bukan manusia asli, ini robot AI pikirku dalam hati yang berdetak sangat kencang. Aku sangat ketakutan. Aku tidak tau berapa lama dia menekik ku tiba-tiba ada suara, suaranya yang memecahkan keheningan ruangan dan rasa takut ku. “Human detected, enabling extermination.” Setelah suara itu selesai aku melihat di tangan kanannya muncul sebuah pedang tajam. Tangan nya langsung menuju leher ku, aku pun mengerahkan seluruh kekuatan ku untuk menghalau sekarang itu. Tiba – tiba ….

Memory Sequence #02 – In The Morning – 06.00 – 09.00
            “Hahhh, hhaaahh, hhaahh” aku bernapas sangat cepat, seperti orang yang sangat ketakutan. Saat itu aku menyadari yang ada didepan ku bukan lagi robot AI, melainkan istri ku Sophia. Aku bersyukur semua yang terjadi itu hanya lah mimpi. Aku dapat melihat kekhawatiran dari wajah istri ku. Kemudian aku bercerita tentang mimpi ku pada istri ku, setelah itu aku memutuskan untuk mandi dulu, aku mau menenangkan pikiran ku. Istri ku berusaha untuk menghiburku, aku tersenyum tapi hatiku tetap gelisah. Istri ku berkata bahwa dia akan menunggu di ruang meja makan bersama yang lain. Di bath up kamar mandi aku berpikir, mimpi ini pasti gara-gara film semalam. Saat aku terhanyut dalam pikir ku aku mengambil alat, alat yang sekarang menjadi pengganti handphone yang dapat memunculkan hologram. Kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 06.45 aku pun bergegas untuk menuju ke ruang meja makan. Disana aku telah ditunggu oleh semua keluarga ku. Kami pun kemudian makan-makan dan bercakap-cakap sebentar. Ketika waktu telah menunjukkan pukul 07.30 seperti biasa aku berpamitan ke pada kedua orang tua dan menitipkan anak ku lalu aku dan istri ku pun masuk ke mobil untuk menuju ke kantor istri ku. Setelah mengantar istri ku aku melanjutkan perjalanan ke kantor ku. Aku memutuskan untuk berkeliling sebentar, aku mengunakan rute lain yang jarang kulewati, rute itu memang lebih jauh karena memutar tetapi pemandangan nya sangat bagus. Sepanjang perjalanan aku mengalihkan pikiran ku dari mimpi ku ke pemikiran rencana esok hari. Ya besok hari libur dan besok adalah hari ulang tahun anakku yang pertama. Aku sebenarnya sudah memiliki acara untuk esok hari tapi biarlah nanti setelah pulang aku akan berunding dengan istri ku. Waktu telah menunjukkan pukul 09.00 saat aku tiba, aku pun bergegas untuk masuk ke ruang kerja ku.

Memory Sequence #03 – Routines (Part 1) 09.00 – 13.00
            Sesampai di ruang kerja aku mendapati teman- teman kerja ku yang sudah datang terlebih dulu. Kami pun saling bertukar- tukar sapa. Sekitar pukul 09.30 kami pun memulai rapat rutin kami dimana kami saling bertukar pikiran tentang proyek yang sedang kami buat ini, proyek yang nantinya dapat menyelamatkan banyak umat manusia jika sudah selesai. Perdebatan hari ini cukup membosankan, dua orang teman ku saling berdebat sendiri dan tidak memedulikan teman yang lainnya. Ketua tim kami pun mengambil tindakan dengan membahas masalah lain sehingga mereka berdua yang tadi nya terlihat cukup emosi menjadi tenang kembali.
Setelah rapat selesai aku pun menuju ke ruang meja ku. Meja ku tidak ada isinya hanya ada layar – layar touchscreen ya mengingat kemajuan dunia hal ini merupakan hal lumrah saat ini. Karena tidak banyak hal yang dapat aku kerjakan hari ini aku memutuskan untuk browsing internet. Aku menekan meja ku di bagian tengah atas. Kemudian muncullah layar hologram, itu lah komputer pada masa sekarang. Aku mengintip pada jam layar komputer waktu menunjukkan pukul 11.30. Aku pun membuka situs youtube, ya meskipun banyak hal telah berubah setidaknya ada satu hal yang tak berubah youtube tetap menjadi situs video yang paling terkenal hingga sekarang. Aku mulai mengingat – ingat salah satu hobi ku pada saat aku kuliah menonton anime. Kemudian aku mengetikan beberapa anime- anime lama yang dulu pernah sangat kusuka Code Geass, Death Note, Attack On Titan, Your Lie in April, Steins;Gate. Menonton cuplikan-cuplikan anime ini membuat ku merasa nostalgia pada masa-masa itu.
Tanpa sadar aku pun senyum-senyum sendiri, dan tak kusadari pula bahwa kepala tim ku memergoki aku. Dia pun menegurku untuk jangan bermain – main tetapi memofukuskan saat sekarang untuk bekerja. Setelah meminta maaf aku pun menutup youtube dan membuka file kerja ku, aku melihat kembali program yang sudah kekerjakan selama kurang lebih 1 bulan ini yang berhubungan dengan proyek ini. Aku tidak tau kapan proyek ini bisa selesai, tapi aku yakin tidak akan terlalu lama mengingat dulu kemajuan yang aku sangka baru akan terjadi minimal 10 tahun nyatanya saat ini teknologi itu sudah ada. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 13.00 aku memanfaatkan waktu istirahat ini untuk makan bersama teman-teman.

Memory Sequence #04 – Routines(Part 2) – 13.00 – 17.00
            Setelah makan bersama aku memutuskan untuk berjalan-jalan di kantor ku aku memutuskan untuk masuk kedalam ruang VR disana aku melihat ada banyak anak-anak muda yang berusia sekitar 16-17 an tahun. Aku baru ingat kalau hari ini ada sebuah SMA yang mengadakan studi tour ke tempat ku bekerja. Saat aku sedang melihat situasi sekitar kulihat wajah-wajah para remaja ini yang terlihat begitu antusias mencoba alat VR, maklum VR di zaman ini sudah berbeda jauh dengan sekitar 9 tahun lalu saat awal penemuan nya. Zaman sekarang anime Sword Art Online telah menjadi kenyataan, banyak game-game yang memungkinkan kita untuk benar-benar mengendalikan karakter kita di dunia virtual. Aku kemudian dibawa kembali ke dunia nyata dari pikirku dengan sapaan perempuan yang usia mungkin tidak begitu jauh dengan ku, ini pasti gurunya pikirku. Kami pun berbincang-bincang sebentar. Akhirnya aku memutuskan untuk menyetejui permintaan bu guru ini untuk melihat proyek ku saat ini. Di sana aku dan teman-teman menjelaskan tentang proyek ini, aku pun juga menjelaskan berbagai macam hal tentang robot AI.
            Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00 mereka pun pamit untuk meninggalkan tempat perusahaan ini. Setelah mereka pergi aku bersama teman tim ku kembali mengadakan rapat tentang review-review hari ini dan plan-plan yang berhubungan dengan proyek ini. Ketika waktu menunjukkan pukul 17.00 kami pun berpamitan pulang.

Memory Sequence #05 – My Family and Plan – 17.00 – 21.30
            Seperti biasa aku menjemput istri ku. Hari ini aku memutuskan untuk makan di rumah saja. Istri ku juga setuju untuk mengehemat pengeluaran katanya. Kami mampir kesebuah restoran untuk membungkus nya dan memakannya di rumah. Kami menunggu sekitar 20 menit, dalam penungguan itu aku berbicara dengan istri ku tentang hari ini, aku bercerita tentang para remaja yang tadi melakukan studi tour ke tempat ku bekerja. Istri ku juga bercerita nanti malam sekitar pukul 20.00 akan diajakan jalan-jalan membeli kado oleh temannya. Katanya 1 minggu ada teman SMA yang ulang tahun dan dia mau mengadakan reuni kecil-kecilan, rencana nya mau membeli kado besok tapi karena besok kami sekeluarga akan pergi dalam rangka perayaan ulang tahun anak ku maka rencana itu dimajukkan menjadi hari ini. Aku pun tentu saja menyetujui istri ku untuk pergi bersama teman-temannya toh jarang-jarang juga.
Setelah makanan selesai kami pun menuju perjalanan pulang. Sampai dirumah telah menunjukkan pukul 18.30, kami pun disambut oleh kedua orang tua ku dan anak ku. Aku dan istri ku bergegas untuk mandi, kemudian kami menuju meja makan. Pada makan malam kali ini aku membahas tentang rencanaku esok hari, dimana aku akan membawa seluruh keluargaku ke kota lain dan menginap semalam disana. Mereka pun setuju dengan rencana ku. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. Di depan rumah ku ada sebuah mobil warna putih, dari mobil itu turunlah 3 orang wanita yang kukenal, ya mereka adalah teman zaman SMA istri ku. Setelah berpamitan dengan ku, istriku masuk kedalam mobil putih itu dan pergi. Aku pun kembali ke dalam rumah. Aku mengendong anak ku dan membawa nya ke tempat tidur. Aku kemudian membacakan kisah dongeng sebelum tidur seperti dulu ayah ku membacakannya untukku ketika aku masih kecil. Tidak begitu lama aku membaca dongeng anak ku telah tertidur lelap.
Setelah mencium kening anakku, aku pun meninggalkan kamarku. Aku melihat waktu telah menujukkan pukul 20.30 aku memutuskan untuk pergi ke ruang TV disana aku menemukan kedua orang tua ku. Ayah dan ibuku belum tidur rupanya, kami bertiga pun menonton TV bersama-sama hal ini sangat mengingatku pada masa dulu aku sebelum kuliah dimana kami menonton TV bersama hanya kami bertiga. Kami pun berbincang-berbincang, seperti biasa ayahku masih suka menceramahiku (menasehati). Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 21.30 ayah dan ibu berpamitan mau tidur dulu kepada ku. Aku pun mematikkan TV dan pergi ke sebuah ruangan.

Memory Sequence #06 – Alone Time – 21.30 - 24.00
            Aku memutuskan untuk masuk ke sebuah ruangan, ruangan khusus tempat dimana aku menyimpan barang- barang yang menjadi hobi dan koleksi ku. Didalam ruangan itu ada sebuah mesin VR, sudah cukup lama aku tak bermain VR aku pun memutuskan untuk bermain VR kembali. Game aku mainkan ini game yang baru saja dirilis tahun ini GTA VII, ya game ini sangat terkenal franchise game bahkan sudah semenjak aku belum lahir. VR sekarang benar-benar memungkingkan user untuk mengendalikan penuh karakter tanpa perlu tindakan fisik. Semua hanya berfokus pada helm yang dipakaikan ke kepala user. Aku pun kemudian memasang helm VR dan berbaring. Tiba-tiba aku langsung terhubung dengan karakter dalam game ini langsung. Cukup lama waktu berlalu aku tidak tau berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk bermain. Hanya aku sadar ditengah keasikan ku bermain ada sensor yang menunjukkan bahwa ada yang memangilku di dunia nyata. Aku pun menghentikan permainan dan melepas helm VR dan melihat sosok istriku disampingku. Istriku terlihat lelah, aku pun memeluk dan mencium istriku, kemudian istriku mengajak ku untuk istirahat, tak terasa ternyata waktu sudah hampir pukul 23.30. Aku dan istriku pun bersih diri dan bersiap untuk tidur dan menyambut hari besok dimana kami sekeluarga akan pergi bersama dan menginap disana.
Sekian memori ku untuk hari ini.


Memory Sequence – The END --

Tidak ada komentar:

Posting Komentar